Hanya Dengan Tulisan Aku Bisa Mengungkapkan Apa yang Tak Bisa Ku Ungkapkan
Selasa, 26 September 2017
Mata Yang Berbicara
-Mata Yang Berbicara-
kala siang masuk merajut ruang
ku duduk terpaku melihat para periang
tergolek indah diatas kursi yg penuh paku
menatap tajam membuat diri terpaku
mata nya yg indah seperti berbicara
menusuk dalam hingga membuatku terpana
entah ini kah apa yg dibilang rasa?
lidah berhenti tak mampu berkata-kata
mungkinkah ini yg dikatakan dialog mata?
dari sudut ku menatap tegas
di sambar hangat layaknya tertikam
ku yakin kami sedang berkaca-kaca
ulah mata yg tak berdosa
mata yang berbicara, mengungkap segala makna
dengan sigap kembali ku menatap
ku dapati rasa yang semakin mantap.
Salam : Septian Hadi Saputro ( snoppy77 )
Jumat, 14 Juli 2017
Miss u, Maybe
Dear Sweet Friend,
Hai kamu. Apa yang sedang kamu lakukan? Aku sedang berada di Batam dan di sini hujan deras. Aku tengah memikirkan sesuatu untuk kutulis.
Aku ingin bercerita padamu. Akhir-akhir ini, aku kesulitan menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan segala sesuatunya. Segalanya hilang dan hampa begitu saja. Aku tak tahu kenapa. Mungkin aku memang kehilangan sesuatu dan tak menyadarinya.
Terkadang aku berpikir terlampau rumit hingga melupakan hal-hal sederhana. Seperti dirimu yang terlalu sederhana, aku bahkan lupa rasanya melihat senyum hangatmu. Kira-kira kapan kita akan bertemu? Kapan kita akan makan bersama dengan menu kesukaan kita? Ah, aku rindu kesederhanaanmu yang memukau. Kamu seperti sosok sederhana yang kuidam-idamkan.
Kepada kamu, jangan lupakan kesederhanaanmu ketika kau tak sendiri nanti. Ingatlah, bahwa ada yang begitu mencintai kesederhanaanmu. Tetaplah menjadi dirimu sendiri. Tetaplah sesederhana itu. Don't you ever grow up :')
Dariku yang merindukan senyum manismu.
Senin, 23 Januari 2017
Hiburan Malam Minggu Part 2
Hai Hai Jumpa lagi kita.
Yah.. Dalam acara memperingati akhir pekan para Jomblowers.
Apakah sudah ada perubahan mblo? Belum? Kalian masih menjomblo sampai saat ini?
Jangan khawatir !!
Agen FBI atau CIA yang sering gua tonton di pilem pilem aja jarang ada yang pacaran kok. :v
Bagaimana Malam Mingguan kalian pemirsa yang Jomblo? Sudah merasa ingin membelah diri biar tidak sendiri lagi?
Kalo Gue sih sorry sorry aja, Gue gak Malam Mingguan, udah Senior.
Ah.. Malam minggu gini gue jadi keinget hal membosankan di Minggu kemarin.
Temen gue baru pacaran 2 bulan, eh ceweknya minta di pinang. Nah Gue? Pacaran aja belum udah minta dikenang. Njirr !!
Kalo Gue sih Jomblo bukan berarti kagak laku (agak bohong sih), tapi gue cuma males aja. Bukan males pacaran, cuma males sama fase berakhirnya suatu hubungan itu.
Ahhhsyudahlah..
Okelah langsung saja, malam minggu kali ini Gue akan sedikit menceritakan perjuangan Jomblo mengakhiri masa lajangnya, dan akhirnya.....
Mari kita simak !!! Cekidot . . .
*****
Nama gue Hendro, ya Hendro Warsono. Tapi, kalo kalian susah nyebutnya cukup panggil gue "Mas Tampan", dan hal yang paling mustahil dalam hidup gue, gue dibilang jelek. Beneran kok, gue ganteng. Sedikit ganteng dari Tukul Arwana.
Cita cita terbesar dalam hidup gue adalah 'SELINGKUH' etapi, gue mau selingkuh dari siapa dan sama siapa? Gue baru sadar kalo gue gak punya pacar. GAK PUNYA PACAR !
Terus terang, gue sudah lama suka sama cewek. Kita bersahabat sudah cukup lama. Hampir semua tentang dia gue tau. Mulai dari makanan kesukaannya, warna kesukaannya, dan siapa mantannya. Pokoknya gue banyak tau tentang dia. Ow, iya, nama cewek beruntung itu adalah (eheemmm) Shela. Cewek yang Lucu, imut, manis, simple, dan pandai menempatkan diri (asoy geboy dah).
Sejujurnya gue sayang..ehm (lebih tepatnya) 'CINTA' sama Shela. Setiap hari gue selalu sama Shela. Berangkat bareng, pulang bareng, ngutang di warung bareng (yang terakhir gue sendirian) pokoknya kita diibaratkan sopir dan majikan deh, selalu bersama. Njiirr !!..
Gue suka sama Shela, tapiii.... gue gak berani nembak dia. Alasan yang cukup klise, takut merusak persahabatan.
Malem minggunya, gue coba untuk ngajak Shela ngedate. Niat busuknya sih gue mau beraniin nembak dia. Oke, mungkin terlalu mewah untuk dibilang ngedate untuk takaran duit anak kost sekelas gue. Makan di emperan. Oke Well, kita janjian jam 7 tepat. Tapi, sebelum jalan sama Shela gue harus ngambil duit di ATM dulu. Maklum, kemaren baru dikirim bokap setengah juta (serasa banyak ya kalo pake kata 'juta'?). Gue berjalan sampai di depan Atm. Dari dalam Atm tiba tiba keluar orang yang matanya hilang sebelah karena ditutupi rambut.
*Hal pertama yang melintas di kepala : Tuhan, mahluk apa ini?
*Hal kedua yang melintas di kepala : Ternyata fans kangen band masih ada, dan mereka belum punah.
Gue masuk ATM. Gue sudah senang sambil senyum senyum sendiri dalam ATM. Mata gue berbinar, gue tatap, gue pegang, gue diem, ATM diem, kita saling mendekat , kemudian kita berciuman. Gak lah. Gue masukin kartu ATM gue ke mesin ATM dengan perasaan hati yang senang dan gembira. Masukin PIN berhasil. Gue udah seneng, lancar aja dari masukin PIN sampe ketik nominal.. daaaannn.
You know ?
'TRANSAKSI ANDA DITOLAK, KARTU ANDA KAMI TAHAN'
'HUBUNGI..BLA..BLA..BLA..BLA'
Krikk..krikkk..
*seketika hening*
*Angin berhembus*
*jangkrik bernyanyi*
*daun berguguran*
JURANG !!! MANA JURANG ??!!!
Kalian tau rasanya mau mati ???
Oke, gue belum.
Batal. Harus batal. Acara makan ini harus batal. Gue gak punya duit untuk neraktir Shela. Gue mulai lapar, eh salah Gua mulai panik. Semuanya serba salah. Rasanya pengen ngencingin mesin ATM. Gue pulang ke kosan. Tatapan mata gue kosong. Gue berbaring dalam kamar. Gue masih keingat ATM gue yang ketelan mesin ATM tadi. Gue liat kecoa melintas depan mata gue tiba tiba gue mikir kenapa Tuhan harus menciptakan kecoa, apalagi ditambah kemampuan kecoa bisa terbang. Manusia yang makhluk sempurna, kenapa gak dikasih sayap. Kalo gue bisa terbang setidaknya gue bisa bawa mesin atm ke kosan gue, dan gue perkosa sampai keluar duit. Akibat kejadian itu gue jadi goblok. Gue ngambil remot tv di samping gue. Gue pencet pencet. Gue mau matiin tv. Dan gue baru sadar kalo tv nya belum Gue nyalain.
Tiba tiba hp gue bunyi. Satu sms masuk ke inbox.
Shela : "Jadi gakk?"
Hening untuk beberapa saat. Gue bingung mikirin alasan apa yang tepat untuk batalin kencan cabul ini.
Gue : "Maaf, Shel. Kayanya gue gak bisa deh, soalnya tiba tiba gue sakit perut."
Shela : "Oh , ya udah."
Gue : "Yakin gak apa apa?", gue sudah kesenangan, Shela gak marah.
Shela : "Iya, kok, gak apa apa. Lagian pacar gue tiba tiba ngajak jalan gitu."
Hening..
Besoknya gue bener bener sakit. Gue bangun dari tidur sambil merasakan hal yang aneh pada diri Gue. Gue meraba raba badan gue sendiri (ternyata gue baru sadar kalo gue bukan cewek). Oh, My God, Ternyata gue demam. Dari pagi sampai siang gue berdiam diri dalam kamar. Tiba tiba suara kolor gue (eh?) maksudnya, suara pintu gue ada yang ngetok..
Tokkk..tokkkk..tokkk
"Eh, lu, masuk", Gue pasang muka melas.
Shela duduk di satu satunya kursi keramat yang ada di kost.an gue.
"Nih, gue bawain lo makanan, lo belum makan kan?"
"Lo makan sendiri aja. Gue gak laper", jawab gue ketus (padahal gue bener bener laper).
Kruuuuukkkkk... Soundtrack perut gue berulah.
*hening sesaat*
"Lo marah sama gue, Ndro ?" , tiba tiba Shela megang tangan gue.
"Lu udah punya cowok? Kok lu gak kasih tau gue?"
"hahaha.. sms gue yang semalem? Gak lah, gue bohong kok sama lu."
Gue sudah kesenangan. Ternyata Shela masih jomblo. Gue pengen teriak dan koprol sambil bilang wow, tapi malu.
"Jadi lo gak punya pacar?", gue pegang balik tangan Shela.
"Gak lah, emang kenapa?", Shela menatap mata gue.
Gue diem. Gue sudah bingung mau ngomong apa. Tiba tiba gue dapat sebuah pencerahan. Oke, gue tau apa yang harus dilakukan laki laki sejati disaat posisi seperti ini. Disaat semua bukti sudah menjawab apa yang telah gue pertanyakan selama ini. Gue gak boleh buang buang waktu lagi. Sebelum hari ini menjadi masa lalu dikehidupan gue. Ini kesempatan yang langkah. Ini kesempatan untuk bilang ke Shela apa yang sedang gue rasain.
Perlahan lahan mata kita hampir bertemu. Tubuh kita hampir menyatu.
Gue : "Shel ?"
Shela : "Ya ?"
Gue : "gue.......", gue nahan napas.
Shela masih diem..
Diantara keheningan itu akhirnya gue bilang ke Shela.
"Shel, gue laper."
Suara kodok memecah keheningan malam..
Setelah hari itu, kita masih melewati hari hari yang sama. Jalan bersama makan bersama dan boker sendiri sendiri (ya iyalah). Beberapa minggu setelah itu Shela ulang tahun. Dan disinilah mala petaka itu terjadi. Gue dicium (jangan kaget ! Gue bohong).
Gue ngajak Shela ngedate lagi. Dan ngedate kali ini berhasil. Hebatkan? Beneran, serius kok. ngedate gue kali ini berhasil..berhasil dengan menyedihkan. Kita janjian makan di sebuah tempat. Nama tempat itu istana mini, tempat makan, pokoknya beda dengan istana balon.
Setelah pembicaraan yang cukup rumit dan modus yang begitu banyak. Akhirnya gue putusin untuk nyatain perasaan gue ke Shela. Setelah penantian selama 3 tahun akhirnya pertanyaan selama ini terjawab juga.
Dannn, taooo gakkk seeeh loooh ??? Tao gak..tao gak..tao gak (silakan muntah). DAN. AKHIRNYA. GUE. DITOLAK. Serius gue ditolak.
Mau tau jawaban Selly gak?
Dia bilang gini,
"Kita temenan aja yah, Ndro. Gue masih pengen sendirian. Gue lagi gak mau pacaran."
Setelah dia ngomong gitu, entah kenapa gue gak merasa sedih sedikit pun. Serius ! gue gak sedih! Gue cuma sedih banget (lha?). Pokoknya sedih banget, lebih sedih lagi dari orang yang sedang sedih.
Gue sedih bukan karena gue ditolak, tapi gue sedih karena khawatir masa depan Shela gak bisa bahagia lantaran gak mau pacaran sama cowok purba kayak gue. Kasian dia.. serius kasian..
Ketika Shela bilang, "Udah ya, Ndro? Kita temenan aja.", gue cuma senyam-senyum sambil sedikit ngasih tanggepan, "Ciyus? Enelan? Miapah?", kemudian gue dimaki maki.
Shela bilang kalo dia lagi gak mau membuka hati untuk siapa pun saat ini, bagi gue itu rada naif dan boong. Karena pas gue tanya ke dia, "Masih nungguin si itu ya?", dia diem.
Oke, fine. Bagi gue itu hak dia untuk ngarepin siapa saja. Yang penting gue udah dapetin jawaban yang selama ini gue pertanyakan. Sakit gak? Sakit sih, tapi Setidaknya gue tersakiti oleh jawaban atas pertanyaan gue sendiri. Walaupun begitu, sampai saat ini gue masih mengangap dia orang yang paling spesial dalam hidup gue.
Salah?... mungkin. Mungkin benar kata orang, kalo wanita adalah racun dunia, dan gue pria yang telah meminum racun itu. Gue gak galau, gue gak galau :'(
TAMAT !!
Nah sekarang tau kan mblo, Hal terseding dari Penyandang Jomblo adalah ia bisa sakit hati oleh seseorang yang bahkan belum saling menyepakati.
Itulah Kesimpulan Malam Minggu kali ini.
Sekian Untuk Malam Minggu Kali ini, Tunggu cerita selanjutnya Minggu depan !!
Thanks For Reading !!
Salam : Septian Hadi S (Snoppy77)
Apakah sudah ada perubahan mblo? Belum? Kalian masih menjomblo sampai saat ini?
Jangan khawatir !!
Agen FBI atau CIA yang sering gua tonton di pilem pilem aja jarang ada yang pacaran kok. :v
Bagaimana Malam Mingguan kalian pemirsa yang Jomblo? Sudah merasa ingin membelah diri biar tidak sendiri lagi?
Kalo Gue sih sorry sorry aja, Gue gak Malam Mingguan, udah Senior.
Ah.. Malam minggu gini gue jadi keinget hal membosankan di Minggu kemarin.
Temen gue baru pacaran 2 bulan, eh ceweknya minta di pinang. Nah Gue? Pacaran aja belum udah minta dikenang. Njirr !!
Kalo Gue sih Jomblo bukan berarti kagak laku (agak bohong sih), tapi gue cuma males aja. Bukan males pacaran, cuma males sama fase berakhirnya suatu hubungan itu.
Ahhhsyudahlah..
Okelah langsung saja, malam minggu kali ini Gue akan sedikit menceritakan perjuangan Jomblo mengakhiri masa lajangnya, dan akhirnya.....
Mari kita simak !!! Cekidot . . .
*****
Nama gue Hendro, ya Hendro Warsono. Tapi, kalo kalian susah nyebutnya cukup panggil gue "Mas Tampan", dan hal yang paling mustahil dalam hidup gue, gue dibilang jelek. Beneran kok, gue ganteng. Sedikit ganteng dari Tukul Arwana.
Cita cita terbesar dalam hidup gue adalah 'SELINGKUH' etapi, gue mau selingkuh dari siapa dan sama siapa? Gue baru sadar kalo gue gak punya pacar. GAK PUNYA PACAR !
Terus terang, gue sudah lama suka sama cewek. Kita bersahabat sudah cukup lama. Hampir semua tentang dia gue tau. Mulai dari makanan kesukaannya, warna kesukaannya, dan siapa mantannya. Pokoknya gue banyak tau tentang dia. Ow, iya, nama cewek beruntung itu adalah (eheemmm) Shela. Cewek yang Lucu, imut, manis, simple, dan pandai menempatkan diri (asoy geboy dah).
Sejujurnya gue sayang..ehm (lebih tepatnya) 'CINTA' sama Shela. Setiap hari gue selalu sama Shela. Berangkat bareng, pulang bareng, ngutang di warung bareng (yang terakhir gue sendirian) pokoknya kita diibaratkan sopir dan majikan deh, selalu bersama. Njiirr !!..
Gue suka sama Shela, tapiii.... gue gak berani nembak dia. Alasan yang cukup klise, takut merusak persahabatan.
Malem minggunya, gue coba untuk ngajak Shela ngedate. Niat busuknya sih gue mau beraniin nembak dia. Oke, mungkin terlalu mewah untuk dibilang ngedate untuk takaran duit anak kost sekelas gue. Makan di emperan. Oke Well, kita janjian jam 7 tepat. Tapi, sebelum jalan sama Shela gue harus ngambil duit di ATM dulu. Maklum, kemaren baru dikirim bokap setengah juta (serasa banyak ya kalo pake kata 'juta'?). Gue berjalan sampai di depan Atm. Dari dalam Atm tiba tiba keluar orang yang matanya hilang sebelah karena ditutupi rambut.
*Hal pertama yang melintas di kepala : Tuhan, mahluk apa ini?
*Hal kedua yang melintas di kepala : Ternyata fans kangen band masih ada, dan mereka belum punah.
Gue masuk ATM. Gue sudah senang sambil senyum senyum sendiri dalam ATM. Mata gue berbinar, gue tatap, gue pegang, gue diem, ATM diem, kita saling mendekat , kemudian kita berciuman. Gak lah. Gue masukin kartu ATM gue ke mesin ATM dengan perasaan hati yang senang dan gembira. Masukin PIN berhasil. Gue udah seneng, lancar aja dari masukin PIN sampe ketik nominal.. daaaannn.
You know ?
'TRANSAKSI ANDA DITOLAK, KARTU ANDA KAMI TAHAN'
'HUBUNGI..BLA..BLA..BLA..BLA'
Krikk..krikkk..
*seketika hening*
*Angin berhembus*
*jangkrik bernyanyi*
*daun berguguran*
JURANG !!! MANA JURANG ??!!!
Kalian tau rasanya mau mati ???
Oke, gue belum.
Batal. Harus batal. Acara makan ini harus batal. Gue gak punya duit untuk neraktir Shela. Gue mulai lapar, eh salah Gua mulai panik. Semuanya serba salah. Rasanya pengen ngencingin mesin ATM. Gue pulang ke kosan. Tatapan mata gue kosong. Gue berbaring dalam kamar. Gue masih keingat ATM gue yang ketelan mesin ATM tadi. Gue liat kecoa melintas depan mata gue tiba tiba gue mikir kenapa Tuhan harus menciptakan kecoa, apalagi ditambah kemampuan kecoa bisa terbang. Manusia yang makhluk sempurna, kenapa gak dikasih sayap. Kalo gue bisa terbang setidaknya gue bisa bawa mesin atm ke kosan gue, dan gue perkosa sampai keluar duit. Akibat kejadian itu gue jadi goblok. Gue ngambil remot tv di samping gue. Gue pencet pencet. Gue mau matiin tv. Dan gue baru sadar kalo tv nya belum Gue nyalain.
Tiba tiba hp gue bunyi. Satu sms masuk ke inbox.
Shela : "Jadi gakk?"
Hening untuk beberapa saat. Gue bingung mikirin alasan apa yang tepat untuk batalin kencan cabul ini.
Gue : "Maaf, Shel. Kayanya gue gak bisa deh, soalnya tiba tiba gue sakit perut."
Shela : "Oh , ya udah."
Gue : "Yakin gak apa apa?", gue sudah kesenangan, Shela gak marah.
Shela : "Iya, kok, gak apa apa. Lagian pacar gue tiba tiba ngajak jalan gitu."
Hening..
Besoknya gue bener bener sakit. Gue bangun dari tidur sambil merasakan hal yang aneh pada diri Gue. Gue meraba raba badan gue sendiri (ternyata gue baru sadar kalo gue bukan cewek). Oh, My God, Ternyata gue demam. Dari pagi sampai siang gue berdiam diri dalam kamar. Tiba tiba suara kolor gue (eh?) maksudnya, suara pintu gue ada yang ngetok..
Tokkk..tokkkk..tokkk
"Eh, lu, masuk", Gue pasang muka melas.
Shela duduk di satu satunya kursi keramat yang ada di kost.an gue.
"Nih, gue bawain lo makanan, lo belum makan kan?"
"Lo makan sendiri aja. Gue gak laper", jawab gue ketus (padahal gue bener bener laper).
Kruuuuukkkkk... Soundtrack perut gue berulah.
*hening sesaat*
"Lo marah sama gue, Ndro ?" , tiba tiba Shela megang tangan gue.
"Lu udah punya cowok? Kok lu gak kasih tau gue?"
"hahaha.. sms gue yang semalem? Gak lah, gue bohong kok sama lu."
Gue sudah kesenangan. Ternyata Shela masih jomblo. Gue pengen teriak dan koprol sambil bilang wow, tapi malu.
"Jadi lo gak punya pacar?", gue pegang balik tangan Shela.
"Gak lah, emang kenapa?", Shela menatap mata gue.
Gue diem. Gue sudah bingung mau ngomong apa. Tiba tiba gue dapat sebuah pencerahan. Oke, gue tau apa yang harus dilakukan laki laki sejati disaat posisi seperti ini. Disaat semua bukti sudah menjawab apa yang telah gue pertanyakan selama ini. Gue gak boleh buang buang waktu lagi. Sebelum hari ini menjadi masa lalu dikehidupan gue. Ini kesempatan yang langkah. Ini kesempatan untuk bilang ke Shela apa yang sedang gue rasain.
Perlahan lahan mata kita hampir bertemu. Tubuh kita hampir menyatu.
Gue : "Shel ?"
Shela : "Ya ?"
Gue : "gue.......", gue nahan napas.
Shela masih diem..
Diantara keheningan itu akhirnya gue bilang ke Shela.
"Shel, gue laper."
Suara kodok memecah keheningan malam..
Setelah hari itu, kita masih melewati hari hari yang sama. Jalan bersama makan bersama dan boker sendiri sendiri (ya iyalah). Beberapa minggu setelah itu Shela ulang tahun. Dan disinilah mala petaka itu terjadi. Gue dicium (jangan kaget ! Gue bohong).
Gue ngajak Shela ngedate lagi. Dan ngedate kali ini berhasil. Hebatkan? Beneran, serius kok. ngedate gue kali ini berhasil..berhasil dengan menyedihkan. Kita janjian makan di sebuah tempat. Nama tempat itu istana mini, tempat makan, pokoknya beda dengan istana balon.
Setelah pembicaraan yang cukup rumit dan modus yang begitu banyak. Akhirnya gue putusin untuk nyatain perasaan gue ke Shela. Setelah penantian selama 3 tahun akhirnya pertanyaan selama ini terjawab juga.
Dannn, taooo gakkk seeeh loooh ??? Tao gak..tao gak..tao gak (silakan muntah). DAN. AKHIRNYA. GUE. DITOLAK. Serius gue ditolak.
Mau tau jawaban Selly gak?
Dia bilang gini,
"Kita temenan aja yah, Ndro. Gue masih pengen sendirian. Gue lagi gak mau pacaran."
Setelah dia ngomong gitu, entah kenapa gue gak merasa sedih sedikit pun. Serius ! gue gak sedih! Gue cuma sedih banget (lha?). Pokoknya sedih banget, lebih sedih lagi dari orang yang sedang sedih.
Gue sedih bukan karena gue ditolak, tapi gue sedih karena khawatir masa depan Shela gak bisa bahagia lantaran gak mau pacaran sama cowok purba kayak gue. Kasian dia.. serius kasian..
Ketika Shela bilang, "Udah ya, Ndro? Kita temenan aja.", gue cuma senyam-senyum sambil sedikit ngasih tanggepan, "Ciyus? Enelan? Miapah?", kemudian gue dimaki maki.
Shela bilang kalo dia lagi gak mau membuka hati untuk siapa pun saat ini, bagi gue itu rada naif dan boong. Karena pas gue tanya ke dia, "Masih nungguin si itu ya?", dia diem.
Oke, fine. Bagi gue itu hak dia untuk ngarepin siapa saja. Yang penting gue udah dapetin jawaban yang selama ini gue pertanyakan. Sakit gak? Sakit sih, tapi Setidaknya gue tersakiti oleh jawaban atas pertanyaan gue sendiri. Walaupun begitu, sampai saat ini gue masih mengangap dia orang yang paling spesial dalam hidup gue.
Salah?... mungkin. Mungkin benar kata orang, kalo wanita adalah racun dunia, dan gue pria yang telah meminum racun itu. Gue gak galau, gue gak galau :'(
TAMAT !!
Nah sekarang tau kan mblo, Hal terseding dari Penyandang Jomblo adalah ia bisa sakit hati oleh seseorang yang bahkan belum saling menyepakati.
Itulah Kesimpulan Malam Minggu kali ini.
Sekian Untuk Malam Minggu Kali ini, Tunggu cerita selanjutnya Minggu depan !!
Thanks For Reading !!
Salam : Septian Hadi S (Snoppy77)
Selasa, 10 Januari 2017
HIBURAN MALAM MINGGU PART 1
Haii mblo.. Masih inget gua kan ?
Iya.. Gua temen jomblo elu -_-
Gua masih heran, apa jomblo itu surem ya ?
Semalem gua mau tidur udah dapet kabar nggak enak, eh ternyata benar bangun bangun dapet kabar kalo bentar lagi malem minggu :(
Apa yang harus kita lakukan mbloo..
Kemaren temen gua mutusin ceweknya cuma pengen membuktikan kalo jomblo itu memang nggak punya pacar. Nah oon kan ? Tapi berkat dia temen jomblo gua jadi bertambah.
Hidup jombloooo !!! Waks..
Dan gua juga heran, kemarin temen gua nyoba bersihin kontak di bbm. Terus dia broadcast 'Yang nggak kenal, delcont'.. Lu tau apa yang terjadi ? Kontak bbm dia tinggal 3 :
Ayah
Ibu
Sama tukang galon.. Oke ini gak lucu ..
Oke ini malam minggu kedua gua bikin cerita.. Dan gua masih bingung, kenapa setiap hari minggu selalu aja turun hujan, yahh.. Gua sih positif thinking aja, mungkin air hujan adalah air mata para jomblo..
Malem minggu yang dingin kek gini, gua rasa kayaknya makan bubur ayam enak ini.. Ngomong ngomong tentang bubur ayam, beberapa tahun ini gua merasakan ada yang berbeda dengan tukang bubur ayam.
Tahun 2010 : tukang bubur pake gerobak.
Tahun 2012 : tukang bubur pake motor.
Tahun 2016 : eh gua tadi lihat tukang bubur naik mobil.
Tahun 2020 : mungkin beli bubur tinggal download aja.
Mungkin tukang bubur pake gerobak akan menjadi kenangan. Kenapa disebut kenangan ? Ya karena susah surut. Karena kalo mudah surut itu namanya genangan..
Oke Langsung saja ke cerita..
Kali ini gua akan menceritakan kisah cinta seorang anak kecil yang kalah saingan sama sahabatnya..
Oke cekidot...
Di sebuah desa yang permai. Dimana insan-insan kecil bermain dengan riangnya dibawah rindangnya pepohonan di pelataran sawah yang masih asri, dan belum banyak terkena polusi. Timbulah rasa kasih sayang satu sama lain dari insan kecil yang terkadang rasa itu berevolusi menjadi suatu rasa yang lebih kompleks yang disebut " CINTA". Salah satunya aku, nama ku Dimas Anggara, ibuku memanggilku Angga. aku tinggal di sebuah desa yang nyaman bernama Sukamaju. Masa kecilku banyak aku habiskan bermain dengan teman sebayaku, gundu adalah permainan kesukaan ku, bagiku gundu is my everything. Tiada hari tanpa bermain gundu.
Hingga suatu hari ketika masuk SD, saat rapat penerimaan peserta didik, aku melihat kawan baru di sekitarku, mereka beragam, ada yang bibirnya menurutku seperti trotoar karena bagian bawah bibirnya ada lengkungan tebal. Ada juga teman yang tak berhenti mengeluarkan lendir dari hidungnya, dan ada pula yang gemuk bulat seperti gundu yang sering aku mainkan. Dan saat itulah, pertama kali aku bertemu dengan seorang gadis berkulit putih, berambut hitam lurus,berparas cantik dan sangat anggun,penampilannya sangat berbeda dari yang lainnya. Novi Ratnasari namanya,biasa dipanggil Novi, rumahnya memang agak jauh dari rumahku, sehingga aku pun jarang bertemu dengannya.
Hari pertama masuk sekolah, aku mencukur rambut kepalaku karena saat itu aku belum punya rambut yang lain. Waktu pertama masuk kelas aku melihat Novi yang memakai pakaian yang rapi dengan rambut dikuncir,sungguh, wajahnya mengalihkan duniaku.
Ibu guru pun masuk kelasku, dengan penampilan yang kurang meyakinkan, ia memakai kacamata bulat, dan lebih mirip siluman tengkorak putih daripada menjadi guru. Ia pun berteriak memanggil namaku dengan nada dasar F(yang kagak pernah main gitar pasti kagak ngerti :v ). Ia mengatur tempat duduk kami.
Alangkah senang hatiku, Novi duduk disebelahku. Saat pelajaran, aku sedikit curi-curi pandang padanya. Entah mengapa hatiku serasa bergetar ketika ia menyapa ku dengan suara merdunya yang bernada dasar D minor.
" Hai, boleh aku pinjam pensilnya ?" Tanyanya padaku sambil melempar senyum.
"Tentu, ambil saja di tas ku" jawab ku gugup.
"Terimakasih "
"Sama-sama"
Perasaanku aneh, belum pernah aku merasakan perasaan seperti ini, perasaan ini lebih menyenangkan daripada bermain gundu.
Oh Tuhan inikah cinta ?.
Setelah beberapa hari berlalu, sekolah mengadakan vaksinasi cacar, vaksinasi ini merupakan yang pertama bagiku. Tentu aku sangat takut, aku sangat takut dengan jarum suntik. Untunglah dokternya cantik sehingga akupun tidak begitu takut lagi. Salah satu teman baikku adalah laki-laki yang wajahnya seperti pentolan boyband Indonesia, Andre Stinky namanya, biasa dipanggil Andre. Kami selalu main bersama, terutama bermain gundu. Menurut garis yang kubuat berdasarkan jenis kelamin, mungkin Andrew masuk zona peralihan, karena wajahnya setengah laki setengah perempuan. Yang paling berkesan dari Andrew adalah kentutnya yang bersuara falseto.
Setelah pulang sampai dirumah, aku harus berdinas dengan teman ku, apalagi selain bermain gundu, aku kaget ketika tahu gundu kesayanganku tidak ada ditempat biasanya, kemudian aku bertanya pada ibuku.
"Ibu, gundu-gunduku mana ?"
"Sudahlah Ang, makan dulu sana, ada bakso spesial tuh !"
Sejenak aku lupa dengan gunduku, karena aku mencurahkan perhatianku sepenuhnya pada bakso yang aku santap. Setelah selesai....
"Gundu-gunduku ??"
"Tenang lah, gundumu ada di meja depan"
Akupun bernafas lega.
Dikelas ada tiga orang yang dikenal paling nakal dan paling bodoh, namanya Wahyu, Pras, dan Yanto. Nama lengkap mereka mungkin membuat orang tertegun, bagaimana tidak, namanya Wahyu bin Al-Malingi,Prasetyo bin Al-Germoi, dan Yanto bin Al-Premani, gimana, nama penjahat semua kan ?, mereka selalu berbuat keonaran di kelas, aku memberi sebutan mereka "Tiga Sebangkai"mereka tidak naik kelas sebanyak dua kali. Bagiku saat mereka bicara, aku hampir tak mengetahui apa yang mereka maksud, seperti mendengar kucing yang menggonggong.
Tak terasa kini aku telah duduk di bangku kelas 5 SD, seiring waktu, rasa cintaku pada Novi kian bertambah, Novi kini tampak lebih cantik, tiap ku pandang wajahnya serasa ada hembusan angin tertiup sepoi-sepoi menerpa wajahku, perlu waktu beberapa lama aku menyadari kalau hembusan angin itu adalah kentut dari Andre, weekkkk.... baunya membuat nyeri hidung, untungnya ada Novi , jadi kentut Andre yang fals terdengar seperti simfoni bagiku.
Saat masa jeda, pelajaran kosong, kami gunakan untuk bermain bersama, setelah melakukan perundingan dalam forum resmi yang bertempat dikantin, kami memutuskan untuk bermain polisi-polisian, kebetulan Novi menjadi polisi dan aku menjadi perampok, dalam hatiku berkata "Jika aku yang jadi perampok, tentunya sasaran utamanya adalah cintamu", akupun tersipu sendiri membayangkannya.
Hei......, teriakan Andre membangunkan aku dari khayalan, Novi pun mengejarku. Saat Novi mengejarku, hatiku sangat gembira, aku bayangkan berlari dalam adegan slow motion, wajahnya berseri-seri bagai pelangi di musim kemarau. Tiba-tiba, bruuaakkk......, aduh ciuman mautku mengenai tepat ditembok samping kantor guru, mulutku pun berdarah, Novi pun menolongku, saat itu jelas sekali parasnya yang menawan.
Darah yang mengucur dimulutku seakan seperti soda gembira. Hal itu pula yang menyebabkan aku tak begitu konsentrasi pada pelajaran, setiap melihat bolpoin, aku selau berpikir, tinta bolpoin itu kelihatannya sedikit, tetapi bisa untuk menulis berlembar-lembar halaman, sama seperti cinta, hanya satu kata tapi berjuta rasanya.
Setelah kenaikan kelas, perhatianku pada Novi sedikit terpecah, hal itu hal itu disebabkan karena akan diselenggarakan Ujian Akhir Nasional (UAN). Aku mengikuti bimbingan belajar di mana-mana. Tapi aku masih sempatkan untuk bermain bersama Andre, ia sering menanyakan hal-hal aneh padaku..
"Angga, aku punya tebakan, buah apa yang bikin bingung ?"
"Emm...., aku tak tahu, apa itu ?"
"Buah nanas"
"Lho, kok bisa ???"
"Lha, itu kamu bingung kan"
"Memang benar kata orang, lebih baik bicara dengan seribu orang pintar daripada dengan satu orang bodoh."
"Oh.., tidak bisa"
"Kalau mau gila tidak begini caranya, pake tuh otak"
Menjelang ujian ini aku sangat sibuk mengurusi ini itu, tak kusadari selama ini Andre juga memendam rasa yang sama denganku, maksudnya bukan suka padaku, tetapi sama-sama suka dengan Novi . Ketika hari valentine, Andre menyatakan cintanya pada Novi. Dan Novi pun menerimanya. Saat aku tahu hal itu, hatiku menetapkan hari berkabung national dan mengangkat bendera perasaan setengah kecewa.
Disaat aku membutuhkan sebuah motivasi, justru aku malah kehilangan teman hati ku, dan mirisnya lagi, sahabatkulah yang merenggutnya. Dalam hatiku berkecamuk, apa lebihnya dia daripada aku, apakah mungkin kentut falsnya, atau muka peralihannya. Meskipun begitu aku harus fair terhadap Andre, bagaimanapun dialah yang memenangkan hati Novi.
Kegagalan dalam cinta tak membuat konsentrasi ku pada ujian terpecah, saat hari pelaksanaan ujian, aku bangun pagi dan berangkat sekolah lebih dini. Dikelas aku pun belajar sedikit, saat pengawas datang, wajahnya mengalihkan konsentrasiku pada buku yang kubaca.
Astaghfirullah, wajahnya sama saja dengan kebanyakan guru, tatapan matanya menunjukkan seperti kami ingin mengambil jantungnya. Setelah ujian akhir selesai, aku mendaftar SMP terkemuka di kota. Wahh..., sialan, untuk masuk saja, aku harus menyisihkan orang-orang kota, rasanya seperti harus menghancurkan tembok Cina berlapis tembok Berlin. Betapa senang hatiku saat kuketahui aku diterima di sekolah itu. Rasanya seperti ngebelah atmosfer berlapis-lapis, meluncur bareng bareng gadis manis, wisata sepuasnya ke Paris.
Tak selang lama, dari penerimaan SMP, SD kami mengadakan tour ke "Kota Pelajar" Yogyakarta, aku sebangku dengan Andre, meski dia merenggut Novi dariku, persahabatan itu lebih penting. Selama perjalanan kami bersendau gurau, transit terakhir kami di Parangtritis, disana aku merasakan desiran angin, tetapi kali ini bukan kentut Andre, aku melihat langit, aku iri dengan mereka, aku ingin menjadi awan yang bisa terbang bebas di angkasa tanpa merasakan apa itu rasa cinta dan kecewa, tapi aku tersadar dari rasa itu, justru rasa itulah yang membuat hidup berwarna, kehilangan memberi arti memiliki, dan kecewa memberi arti rasa bahagia.
Selang beberapa hari kemudian, ada penerimaan hasil UAN pada siswa. Alhamdulillah ya, sesuatu banget, nilaiku lumayan bagus.
Sehari sebelum masuk hari pertama di SMP, malam hari aku melihat langit dan teringat akan senyum Novi, saat itu pula aku merenung dan menyadari sesuatu, bahwa bukan kentut fals Andre atau wajah peralihannya yang memikat hati Novi, tetapi keberaniannya mengungkapkan perasaan yang selama ini tak pernah aku miliki. Oh, miris, didalam dada ini terus mengusik keyakinanku, aku bertanya apakah aku bisa memiliki hatimu yang telah termiliki. Mungkin ini takdir, tapi aku selalu yakin Tuhan selalu tahu yang terbaik bagi hambanya. Hingga kini, senyum itu, wajah itu, belum tergantikan sampai detik ini. Bila kau dengar, Novi, aku ingin bilang "I Love You my first love". Because first love is never die...
SEKIAN !!
Oke tengtop, oh maksudnya tengkyu udah baca :v
Tunggu cerita selanjutnya :v
Salam : Septian Hadi S (snoppy77)
Iya.. Gua temen jomblo elu -_-
Gua masih heran, apa jomblo itu surem ya ?
Semalem gua mau tidur udah dapet kabar nggak enak, eh ternyata benar bangun bangun dapet kabar kalo bentar lagi malem minggu :(
Apa yang harus kita lakukan mbloo..
Kemaren temen gua mutusin ceweknya cuma pengen membuktikan kalo jomblo itu memang nggak punya pacar. Nah oon kan ? Tapi berkat dia temen jomblo gua jadi bertambah.
Hidup jombloooo !!! Waks..
Dan gua juga heran, kemarin temen gua nyoba bersihin kontak di bbm. Terus dia broadcast 'Yang nggak kenal, delcont'.. Lu tau apa yang terjadi ? Kontak bbm dia tinggal 3 :
Ayah
Ibu
Sama tukang galon.. Oke ini gak lucu ..
Oke ini malam minggu kedua gua bikin cerita.. Dan gua masih bingung, kenapa setiap hari minggu selalu aja turun hujan, yahh.. Gua sih positif thinking aja, mungkin air hujan adalah air mata para jomblo..
Malem minggu yang dingin kek gini, gua rasa kayaknya makan bubur ayam enak ini.. Ngomong ngomong tentang bubur ayam, beberapa tahun ini gua merasakan ada yang berbeda dengan tukang bubur ayam.
Tahun 2010 : tukang bubur pake gerobak.
Tahun 2012 : tukang bubur pake motor.
Tahun 2016 : eh gua tadi lihat tukang bubur naik mobil.
Tahun 2020 : mungkin beli bubur tinggal download aja.
Mungkin tukang bubur pake gerobak akan menjadi kenangan. Kenapa disebut kenangan ? Ya karena susah surut. Karena kalo mudah surut itu namanya genangan..
Oke Langsung saja ke cerita..
Kali ini gua akan menceritakan kisah cinta seorang anak kecil yang kalah saingan sama sahabatnya..
Oke cekidot...
Di sebuah desa yang permai. Dimana insan-insan kecil bermain dengan riangnya dibawah rindangnya pepohonan di pelataran sawah yang masih asri, dan belum banyak terkena polusi. Timbulah rasa kasih sayang satu sama lain dari insan kecil yang terkadang rasa itu berevolusi menjadi suatu rasa yang lebih kompleks yang disebut " CINTA". Salah satunya aku, nama ku Dimas Anggara, ibuku memanggilku Angga. aku tinggal di sebuah desa yang nyaman bernama Sukamaju. Masa kecilku banyak aku habiskan bermain dengan teman sebayaku, gundu adalah permainan kesukaan ku, bagiku gundu is my everything. Tiada hari tanpa bermain gundu.
Hingga suatu hari ketika masuk SD, saat rapat penerimaan peserta didik, aku melihat kawan baru di sekitarku, mereka beragam, ada yang bibirnya menurutku seperti trotoar karena bagian bawah bibirnya ada lengkungan tebal. Ada juga teman yang tak berhenti mengeluarkan lendir dari hidungnya, dan ada pula yang gemuk bulat seperti gundu yang sering aku mainkan. Dan saat itulah, pertama kali aku bertemu dengan seorang gadis berkulit putih, berambut hitam lurus,berparas cantik dan sangat anggun,penampilannya sangat berbeda dari yang lainnya. Novi Ratnasari namanya,biasa dipanggil Novi, rumahnya memang agak jauh dari rumahku, sehingga aku pun jarang bertemu dengannya.
Hari pertama masuk sekolah, aku mencukur rambut kepalaku karena saat itu aku belum punya rambut yang lain. Waktu pertama masuk kelas aku melihat Novi yang memakai pakaian yang rapi dengan rambut dikuncir,sungguh, wajahnya mengalihkan duniaku.
Ibu guru pun masuk kelasku, dengan penampilan yang kurang meyakinkan, ia memakai kacamata bulat, dan lebih mirip siluman tengkorak putih daripada menjadi guru. Ia pun berteriak memanggil namaku dengan nada dasar F(yang kagak pernah main gitar pasti kagak ngerti :v ). Ia mengatur tempat duduk kami.
Alangkah senang hatiku, Novi duduk disebelahku. Saat pelajaran, aku sedikit curi-curi pandang padanya. Entah mengapa hatiku serasa bergetar ketika ia menyapa ku dengan suara merdunya yang bernada dasar D minor.
" Hai, boleh aku pinjam pensilnya ?" Tanyanya padaku sambil melempar senyum.
"Tentu, ambil saja di tas ku" jawab ku gugup.
"Terimakasih "
"Sama-sama"
Perasaanku aneh, belum pernah aku merasakan perasaan seperti ini, perasaan ini lebih menyenangkan daripada bermain gundu.
Oh Tuhan inikah cinta ?.
Setelah beberapa hari berlalu, sekolah mengadakan vaksinasi cacar, vaksinasi ini merupakan yang pertama bagiku. Tentu aku sangat takut, aku sangat takut dengan jarum suntik. Untunglah dokternya cantik sehingga akupun tidak begitu takut lagi. Salah satu teman baikku adalah laki-laki yang wajahnya seperti pentolan boyband Indonesia, Andre Stinky namanya, biasa dipanggil Andre. Kami selalu main bersama, terutama bermain gundu. Menurut garis yang kubuat berdasarkan jenis kelamin, mungkin Andrew masuk zona peralihan, karena wajahnya setengah laki setengah perempuan. Yang paling berkesan dari Andrew adalah kentutnya yang bersuara falseto.
Setelah pulang sampai dirumah, aku harus berdinas dengan teman ku, apalagi selain bermain gundu, aku kaget ketika tahu gundu kesayanganku tidak ada ditempat biasanya, kemudian aku bertanya pada ibuku.
"Ibu, gundu-gunduku mana ?"
"Sudahlah Ang, makan dulu sana, ada bakso spesial tuh !"
Sejenak aku lupa dengan gunduku, karena aku mencurahkan perhatianku sepenuhnya pada bakso yang aku santap. Setelah selesai....
"Gundu-gunduku ??"
"Tenang lah, gundumu ada di meja depan"
Akupun bernafas lega.
Dikelas ada tiga orang yang dikenal paling nakal dan paling bodoh, namanya Wahyu, Pras, dan Yanto. Nama lengkap mereka mungkin membuat orang tertegun, bagaimana tidak, namanya Wahyu bin Al-Malingi,Prasetyo bin Al-Germoi, dan Yanto bin Al-Premani, gimana, nama penjahat semua kan ?, mereka selalu berbuat keonaran di kelas, aku memberi sebutan mereka "Tiga Sebangkai"mereka tidak naik kelas sebanyak dua kali. Bagiku saat mereka bicara, aku hampir tak mengetahui apa yang mereka maksud, seperti mendengar kucing yang menggonggong.
Tak terasa kini aku telah duduk di bangku kelas 5 SD, seiring waktu, rasa cintaku pada Novi kian bertambah, Novi kini tampak lebih cantik, tiap ku pandang wajahnya serasa ada hembusan angin tertiup sepoi-sepoi menerpa wajahku, perlu waktu beberapa lama aku menyadari kalau hembusan angin itu adalah kentut dari Andre, weekkkk.... baunya membuat nyeri hidung, untungnya ada Novi , jadi kentut Andre yang fals terdengar seperti simfoni bagiku.
Saat masa jeda, pelajaran kosong, kami gunakan untuk bermain bersama, setelah melakukan perundingan dalam forum resmi yang bertempat dikantin, kami memutuskan untuk bermain polisi-polisian, kebetulan Novi menjadi polisi dan aku menjadi perampok, dalam hatiku berkata "Jika aku yang jadi perampok, tentunya sasaran utamanya adalah cintamu", akupun tersipu sendiri membayangkannya.
Hei......, teriakan Andre membangunkan aku dari khayalan, Novi pun mengejarku. Saat Novi mengejarku, hatiku sangat gembira, aku bayangkan berlari dalam adegan slow motion, wajahnya berseri-seri bagai pelangi di musim kemarau. Tiba-tiba, bruuaakkk......, aduh ciuman mautku mengenai tepat ditembok samping kantor guru, mulutku pun berdarah, Novi pun menolongku, saat itu jelas sekali parasnya yang menawan.
Darah yang mengucur dimulutku seakan seperti soda gembira. Hal itu pula yang menyebabkan aku tak begitu konsentrasi pada pelajaran, setiap melihat bolpoin, aku selau berpikir, tinta bolpoin itu kelihatannya sedikit, tetapi bisa untuk menulis berlembar-lembar halaman, sama seperti cinta, hanya satu kata tapi berjuta rasanya.
Setelah kenaikan kelas, perhatianku pada Novi sedikit terpecah, hal itu hal itu disebabkan karena akan diselenggarakan Ujian Akhir Nasional (UAN). Aku mengikuti bimbingan belajar di mana-mana. Tapi aku masih sempatkan untuk bermain bersama Andre, ia sering menanyakan hal-hal aneh padaku..
"Angga, aku punya tebakan, buah apa yang bikin bingung ?"
"Emm...., aku tak tahu, apa itu ?"
"Buah nanas"
"Lho, kok bisa ???"
"Lha, itu kamu bingung kan"
"Memang benar kata orang, lebih baik bicara dengan seribu orang pintar daripada dengan satu orang bodoh."
"Oh.., tidak bisa"
"Kalau mau gila tidak begini caranya, pake tuh otak"
Menjelang ujian ini aku sangat sibuk mengurusi ini itu, tak kusadari selama ini Andre juga memendam rasa yang sama denganku, maksudnya bukan suka padaku, tetapi sama-sama suka dengan Novi . Ketika hari valentine, Andre menyatakan cintanya pada Novi. Dan Novi pun menerimanya. Saat aku tahu hal itu, hatiku menetapkan hari berkabung national dan mengangkat bendera perasaan setengah kecewa.
Disaat aku membutuhkan sebuah motivasi, justru aku malah kehilangan teman hati ku, dan mirisnya lagi, sahabatkulah yang merenggutnya. Dalam hatiku berkecamuk, apa lebihnya dia daripada aku, apakah mungkin kentut falsnya, atau muka peralihannya. Meskipun begitu aku harus fair terhadap Andre, bagaimanapun dialah yang memenangkan hati Novi.
Kegagalan dalam cinta tak membuat konsentrasi ku pada ujian terpecah, saat hari pelaksanaan ujian, aku bangun pagi dan berangkat sekolah lebih dini. Dikelas aku pun belajar sedikit, saat pengawas datang, wajahnya mengalihkan konsentrasiku pada buku yang kubaca.
Astaghfirullah, wajahnya sama saja dengan kebanyakan guru, tatapan matanya menunjukkan seperti kami ingin mengambil jantungnya. Setelah ujian akhir selesai, aku mendaftar SMP terkemuka di kota. Wahh..., sialan, untuk masuk saja, aku harus menyisihkan orang-orang kota, rasanya seperti harus menghancurkan tembok Cina berlapis tembok Berlin. Betapa senang hatiku saat kuketahui aku diterima di sekolah itu. Rasanya seperti ngebelah atmosfer berlapis-lapis, meluncur bareng bareng gadis manis, wisata sepuasnya ke Paris.
Tak selang lama, dari penerimaan SMP, SD kami mengadakan tour ke "Kota Pelajar" Yogyakarta, aku sebangku dengan Andre, meski dia merenggut Novi dariku, persahabatan itu lebih penting. Selama perjalanan kami bersendau gurau, transit terakhir kami di Parangtritis, disana aku merasakan desiran angin, tetapi kali ini bukan kentut Andre, aku melihat langit, aku iri dengan mereka, aku ingin menjadi awan yang bisa terbang bebas di angkasa tanpa merasakan apa itu rasa cinta dan kecewa, tapi aku tersadar dari rasa itu, justru rasa itulah yang membuat hidup berwarna, kehilangan memberi arti memiliki, dan kecewa memberi arti rasa bahagia.
Selang beberapa hari kemudian, ada penerimaan hasil UAN pada siswa. Alhamdulillah ya, sesuatu banget, nilaiku lumayan bagus.
Sehari sebelum masuk hari pertama di SMP, malam hari aku melihat langit dan teringat akan senyum Novi, saat itu pula aku merenung dan menyadari sesuatu, bahwa bukan kentut fals Andre atau wajah peralihannya yang memikat hati Novi, tetapi keberaniannya mengungkapkan perasaan yang selama ini tak pernah aku miliki. Oh, miris, didalam dada ini terus mengusik keyakinanku, aku bertanya apakah aku bisa memiliki hatimu yang telah termiliki. Mungkin ini takdir, tapi aku selalu yakin Tuhan selalu tahu yang terbaik bagi hambanya. Hingga kini, senyum itu, wajah itu, belum tergantikan sampai detik ini. Bila kau dengar, Novi, aku ingin bilang "I Love You my first love". Because first love is never die...
SEKIAN !!
Oke tengtop, oh maksudnya tengkyu udah baca :v
Tunggu cerita selanjutnya :v
Salam : Septian Hadi S (snoppy77)
Langganan:
Komentar (Atom)